Minggu, 13 November 2016

Basic Licence Bagi Seorang ENGINEER, Perlukah?

Dalam dunia kerja professional, seorang pekerja biasanya dituntut untuk memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan bidangnya masing masing, khususnya dibidang teknik. Sertifikasi ini adalah tanda kompetensi keahlian dalam suatu bidang, misal keahlian teknik konstruksi, listrik, komputer, dan lain lain termasuk teknik penerbangan.

Dalam teknik penerbangan sendiri, ada beberapa jenis sertifikasi keahlian dasar yang biasa disebut sebagai licence, yaitu :
A1 = general license untuk Airframe Airplane/Fixed Wing
A2 = gen. lic. utk Airframe Helicopter/Rotary Wing
A3 = gen.lic. utk Piston Engine
A4 = gen.lic. utk Turbine Engine
C1 = gen.lic utk Radio & Electronics
C2 = gen.lic utk Instrument
C4 = gen.lic utk Electrical

Semua lisensi diatas berlaku seumur hidup (no validity) yang artinya tidak ada batas masa berlakunya dan tidak perlu diperpanjang. Basic licence wajib dimiliki oleh setiap teknisi pesawat, yang mana teknisi pesawat adalah orang yang berhubungan langsung dengan pesawat dalam proses perbaikan dan perawatan. Dalam penjelasan kali ini, saya khususkan pada licence A1 dan A4 karena kedua licence ini umum digunakan di industri perawatan pesawat khususnya fixed wing ber-mesin turbin.

Bagi kamu lulusan S1, atau calon lulusan S1 (Amiiinnn) khususnya teknik perawatan penerbangan mungkin masih ada yang bingung kalo lulus nanti akan jadi apa. Apakah teknisi, mekanik, engineer, atau yang lain-lain.

Seorang lulusan S1 teknik penerbangan yang mengambil kosentrasi perawatan pesawat terbang, ditujukan untuk menjadi engineer. Kalo kamu belum tau bedanya teknisi/mekanik dan engineer, saya kasih tau dulu. Secara general, tingkatan pekerjaan dalam dunia penerbangan di maskapai penerbangan adalah :
-Junior Mechanic
-Senior Mechanic
-Engineer
-Senior Engineer

Posisi pemula dinamakan mechanic (atau juga biasa disebut teknisi), dimana mechanic dibagi 2 tingkatan, yaitu junior dan senior. Mereka bertugas untuk melakukan pengerhaan perawatan dan perbaikan secara langsung.
Lalu diatasnya ada engineer dan senior engineer yang bertugas unyuk mengatur dan merencanakan setiap kegiatan perawatan setiap pesawat. Ini berarti mereka tidak bersentuhan langsung dengan pesawat, melainkan hanya mengatur perawatannya saja. Namun tingkatan karir ini tidak sama disetiap perusahaan karena setiap perusahaan memiliki kebijakan, regulasi, dan kepentingan masing masing.
Setelah tau perbedaan antara mechanic dan engineer, lalu apakah engineer harus memiliki basic licence?
Jawabannya adalah ...

Tidak perlu, kenapa?.

Bapak Rully Medianto selaku Kepala Prodi Penerbangan STTA menerangkan bahwa, licence (khususnya  A1 dan A4) bisa dikatakan penting, namun sebenarnya licence tersebut ditunjukan bagi teknisi/mekanik. Sedangkan untuk engineer tidak wajib memiliki licence A1 dan A4, meskipun bila seorang engineer memilikinya, hal itu adalah kelebihan tersendiri bagi engineer tersebut. Sebab berarti ia mengenal dan mengetahui bagaimana cara kerja seorang teknisi/mekanik. Namun tetap, licence A1 dan A4 bukanlah persyaratan yang wajib dimiliki seorang engineer.

Makanya, bagi lulusan S1 tidak usah bimbang bila tidak memiliki basic licence, karena lulusan S1 memang ditujukan sebagai seorang engineer. Namun seperti yang Bapak Rully katakan sebelumnya, adalah sebuah kelebihan bila seorang engineer memiliki basic licence.
Begitulah penjelasannya, bila ada pertanyaan, kritik, atau saran, silahkan langsung sapa kami lewat :

IG   : @hmj_tek.penerbangan
FB : hmjtp.stta
Twitter : @HMJ_TP_STTA
Email    : milikhmjtp@gmail.com
Website  : bloghmjtp.blogspot.com

Kamis, 20 Oktober 2016

SUKSESNYA OUTBOND and SURVIVAL HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN TEKNIK PENERBANGAN 2016

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Penerbangan (HMJ–TP) melaksanakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setahun sekali. Kegiatan ini bertujuan agar seluruh mahasiswa baru Teknik Penerbangan dapat saling mengenal sesama mahasiswaTeknik Penerbangan serta meningkatkan solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi dan yang terpenting adalah menumbuhkan JIWA KORSA. Kegiatan Outbond and Survival (OS) Teknik Penerbangan telah sukses dilaksanakan bulan kemarin tanggal 30-2 September 2016. H-1 sebelum kegiatan tersebut di laksanakan tepatnya tanggal 29 September 2016 di laksanakan Tehnical Meeiting (TM) yang dilaksanakan di Ruang Adisutjipto Kampus Sekolah Tinggi teknologi Adisutjipto pada pukul 19.00 wib – selesai. Dalam acara tersebut para kakak-kakak pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Penerbangan (HMJ-TP) memberikan arahan kepada seluruh peserta Outbond and Survival (OS) tentang tata tertib serta peralatan yang harus dibawa selama kegiatan tersebut berlangsung.

Outbond and Survival dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 30 September 2016. Peserta berkumpul di lapangan Sekolah tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) selepas ibadah shalat jum’at. Selanjutnya  para peserta Outbond and Survival mendapat pengarahan dari kakak- kakak pengurus HMJ-TP sebelum berangkat menuju lokasi OS yang bertempat di BATALYON INFANTERI – 403 “WIRASADA PRATISTA” Kaliurang,Yogyakarta. Para peserta berangkat dari Kampus STTA Yogyakarta dengan menggunakan 2 bus milik AKADEMI ANGKATAN UDARA (AAU) . Kegiatan yang diikuti oleh 107 mahasiswa baru Teknik Penerbangan 2016 ini telah membuahkan hasil positif dalam menumbuhkan “JIWA KORSA” dan jalinan kekeluargaan antar mahasiswa semakin erat dalam diri masing-masing peserta. Selain bermanfaat dalam hal menumbuhkan JIWA KORSA dan Kekeluargaan, kegiatan  ini juga menjadi salah satu syarat untuk melakukan Yudisium. Saat awal tiba di Markas BATALYON INFANTERI 403 para peserta Outbond and Survival (OS) sudah disambut oleh instruktur TNI-AD. Sebelum memasuki area Markas BATALYON INFANTERI 403 peserta harus melakukan jalan jongkok serta merayap seperti yang diperintahkan oleh instruktur TNI-AD. Berbagai kegiatan dilakukan selama melakukan OS. Seperti outbond,jerit malam,game,pentas seni,pemberian materi tentang “KEPEMIMPINAN” , pentas seni serta pada puncaknya adalah acara api unggun. Kegiatan api unggun tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang berkesan bagi para peserta Outbond and Survival OS, karena dalam kegiatan tersebut seluruh peserta OS maupun para kakak-kakak pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Penerbangan (HMJ-TP) dapat merasakan hangatnya api unggun di tengah malam bersama keluarga besar HMJ-TP. Api unggun merupakan puncak dimana malam tersebut adalah malam keakraban dimana api unggun tersebut menjadi saksi tali kekeluargaan seluruh mahasiswa Teknik Penerbangan.

Pada hari minggu tepatnya tanggal 2 Oktober 2016, kegiatan Outbond and Survival (OS) Himpunan Mahasiswa Jurusan teknik Penerbangan (HMJ-TP) 2016 telah resmi selesai setelah acara upacara penutupan. Dalam upacara penutupan terdapat berbagai prosesi seperti, serah terima jabatan pengurus baru Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Penerbangan (HMJ-TP), pelepasan pita peserta latihan, serta penyematan baju korsa kepada perwakilan dari mahasiswa baru teknik penerbangan angkatan 2016. Setelah semua prosesi upacara dilakukan prosesi terakhir adalah sambutan dari Sekprodi Teknik Penerbangan yaitu bapak Bangga Dirgantara. S.T. M.T. Dan selanjutnya menyatakan penutupan kegiatan Outbond dan Survival (OS) mahasiswa baru Prodi Teknik Penerbangan 2016. Selanjutnya sebelum para peserta Outbond dan Survival (OS) kembali ke kampus Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA YOGYAKARTA) terlebih daluhu pemberian arahan oleh kakak-kakak pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Penerbangan ( HMJ-TP) kepada para peserta OS. Baru setelah pemberian arahan, para peserta OS berjalan menuju bis yang sudah standby di depan markas BATALYON INFANTERI 403 WIRASADA PRATISTA Kaliurang, Yogyakarta. Selanjutnya para peserta OS kembali menuju kampus tercinta, KAMPUS SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ADISUTJIPTO YOGYAKARTA dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.

Minggu, 21 Agustus 2016

Ini Sebab Terbang ke Indonesia Timur Lebih Mahal dari Luar Negeri

Berkembangnya industri maskapai penerbangan di Indonesia kurang diimbangi dengan keterjangkauan harga tiket, terutama untuk penerbangan ke Indonesia bagian timur. Bahkan harga tiket penerbangan ke luar negeri jauh lebih murah dibandingkan dalam negeri. Mengapa demikian?